Selasa, 19 Oktober 2010

Taman Wisata Mekarsari


Waterfall Building (Bangunan Air Terjun) atau terkenal pula dengan sebutan Puri Tirto Sari, memiliki 7 lantai. Bagunan unik ini sebagai simbol Taman Wisata Mekarsari.


Berwisata di tengah taman buah dengan berbagai pasilitas pelengkapnya, hanya dapat kita nikmati di Taman Wisata Mekarsari (Mekarsari Amazing Tourism Park), Jl. Raya Cileungsi-Jonggol Km.03, Kabupaten Bogor



Taman yang asri dan indah semakin memberikan kenyamanan bagi semua pengunjung Taman Wisata Mekarsari.


Alm. Ibu Tien Suharto, sebagai penggagas ide berdirinya Mekarsari, yang dibangun tahun 1991, dengan awal bernama Taman Buah Mekarsari dan tahun 2004 diganti menjadi Taman Wisata Mekarsari, memiliki luas 264 hektar.

Sejak pertama dibangun sebagai pilot project pada tahun 1990, tempat ini memang sudah dirancang untuk menjadi taman buah yang terbesar di Indonesia, bahkan di Asia. Kalau dilihat luasnya, kurang lebih 265 hektar, pantas rasanya kalau pendirinya, mendiang Ibu Tien Suharto, akan menjadikan taman buah ini sebagai pilot project yang terluas di Asia. Gebyar taman ini semakin tersiar kemana-mana sejak diresmikan pada tahun 1995 oleh Ibu Tien Suharto, bersamaan dengan peringatan hari pangan sedunia yang ke-14. Sejak diresmikan, taman buah ini menjadi salah satu primadona wisata, baik bagi orang-orang Jakarta maupun masyarakat luar daerah bahkan luar Jawa.

Namun sejak meninggalnya Ibu Tien, disusul kemudian turunnya Pak Harto dari kursi Presiden RI, seolah-olah taman buah ini pun ikut berduka karena ditinggal oleh juragannya. Bahkan pengunjung pun makin lama makin sedikit, karena pengelolaan taman ini menjadi kurang optimal. Konsep awal yang dibuat oleh pengelola adalah sebagai tempat penelitian dan contoh pembibitan buah-buahan yang ada di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Namun persepsi yang berkembang di masyarakat waktu itu dan sampai sekarang, bahwa Taman buah Mekarsari adalah taman yang menghasilkan buah ( kebun produksi ) , dan kita bisa membeli buah tersebut sebanyak mungkin. Dan hal itu juga diakui oleh pengelola atas persepsi masyarakat, seperti kata Mas Taufan, salah satu pemandu wisata dari IPB, yang saat ini sedang magang di tempat ini.


Dengan konsep tempat pembibitan dan penelitian seperti ini, ternyata para pengunjung kurang tertarik berwisata kesini, mungkin membosankan, apalagi bagi pengunjung yang kurang menyukai wisata alam seperti ini. Kita hanya diajak berkeliling taman buah tanpa ada variasi yang lain. Pihak manajemen sadar betul akan hal ini, karena pengunjung dengan karcis masuknya adalah salah satu pemasukan terbesar buat biaya operasional Taman Buah Mekarsari, sehingga harus ada alternatif lain agar tempat ini menarik untuk dikunjungi. Maka sejak dikelola oleh PT Mekar Unggul Sari konsepnya dirubah menjadi Taman Wisata Mekarsari. Berbagai fasilitas pendukung pun dipersiapkan sebaik-baiknya, untuk mewujudkan konsep yang baru.




Yang menjadi modal utama pengembangan adalah lokasi yang sangat strategis. Terletak di Jl.Raya Cielungsi - Jonggol Km.3, hanya 30 menit dari pintu tol Cibubur ke arah Jonggol, menjadikan tempat ini sangat mudah dijangkau baik menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Bahkan kalau jalanan lancar, karena di sepanjang Cibubur terkadang macet, hanya 45 menit dari Ibukota Jakarta. harapannya, daripada warga Ibukota jauh-jauh mencari tempat rekreasi, kenapa tidak pergi saja ke Taman Wisata Mekarsari yang relatif dekat dan murah dibanding ke Puncak, Anyer atau Bandung. Salah satu fasilitas penting yang disediakan adalah bus yang di design seperti kereta, dimana para pengunjung bisa berkeliling taman yang sangat luas, dengan cepat serta biaya yang murah. Terbukti memang, sejak diluncurkan pertama kali sampai dengan sekarang, bis-bis itu selalu penuh, apalagi di hari libur, kita harus antri untuk naik kereta tersebut.


Kalau mau lebih praktis, bisa juga membawa kendaraan pribadi untuk mengelilingi seluruh area. Cuma kita harus ditemani oleh seorang pemandu wisata, hal ini dikarenakan sering tersesatnya para wisatawan dalam mengelilingi areal yang sangat luas ini, sehingga perlu ditemani oleh penunjuk jalan ( pemandu wisata ). Dengan cara ini, anda lebih bisa menikmati asyiknya berkeliling kebun buah, sambil berhenti di tiap kebun sesuai dengan jenis buahnya masing-masing, bahkan kalau buahnya sudah matang kita bisa membeli buah-buah segar langsung dari pohon. Jenis-jenis buah tersebut memang mempunyai varietas yang unggul, seperti buah durian; kalau durian liar biasanya tinggi pohonnya bisa mencapai 20-30 meter, tapi di areal ini tinggi pohon durian berkisar antara 3 sampai dengan 5 lima meter dengan buah yang besar-besar. Jenis-jenis pohon lain pun mempunyai varietas yang sangat unggul, seperti jambu air dengan buah yang besar-besar, buah mundu yang manis, buah sawo, buah mangga dan lain-lain. Salah satu buah hasil taman wisata ini, yang menjadi andalan adalah buah melon. Buah melon Taman Wisata Mekarsari berbeda dengan buah melon yang dijual di pasaran, karena buahnya lebih besar dan lebih manis.




Karena sudah merubah konsep menjadi taman wisata, tak tanggung-tanggung pihak pengelola dalam membangun tempat ini. Danau Cipicung yang terletak di salah satu bagian taman wisata, menyediakan berbagai fasilitas permainan air. Salah satunya adalah wisata keliling danau dengan menggunakan perahu motor, kita bisa rilek di atas perahu sambil menikmati angin sepoi-sepoi dan menikmati keindahan alam sekitar. Masih di lokasi yang sama, tersedia juga tempat gathering untuk keluarga atau corporate, tentunya dengan fasilitas yang sudah lengkap. Uniknya, untuk menuju tempat gathering tersebut, dihubungkan dengan jembatan besi yang menggantung berwarna merah, terlihat nyentrik dan akan menggoda siapapun untuk berfoto ria di atas jembatan tersebut.




Bagi yang suka menikmati tidur di alam terbuka, Taman Wisata Mekarsari juga menyediakan camping ground ( tempat kemah ). Lokasi camping ground terletak tidak jauh dari Danau Cipicung, dengan kondisi tanah yang sudah dilapisi rumput, yang terlihat rapi dan bersih. Biasanya pihak pengelola akan menyediakan seluruh fasilitas perkemahan, seperti : sound system, tenda pleton, tikar, panggung permainan dan lain-lain sesuai dengan permintaan. Sebagai persyaratan paling utama sebuah tempat camping ground yaitu MCK dan air, juga tersedia dengan kondisi yang nyaman. Asyiknya berkemah disini, selain kita bisa berkeliling ke kebun buah, berwisata air, menikmati berbagai acara-acara permainan, tempat pemancingan juga disediakan, serta wisata memanen sayur. Tempat barbeque ada disamping tempat pemancingan, sehingga menambah lengkapnya fasilitas yang disediakan oleh pihak pengelola.




Simbol kemegahan Taman Wisata Mekarsari adalah terletak di pintu gerbang utama, yang dinamakan dengan Candi Bentar. Gerbang utama yang merangkap candi ini, bentuknya unik dan hanya dikhususkan sebagai pintu masuk untuk manajemen dan para pejabat negara yang mengadakan kunjungan ke tempat tersebut. Masih satu rangkaian lurus dengan gerbang bentar, adalah gerbang lamtoro, falsafah gerbang lamtoro adalah bagaimana pohon lamtoro itu dapat membuat kesuburan tanah di sekitarnya. Dari gerbang lamtoro, kita sudah bisa melihat gedung manajemen yang berdiri megah, samar-samar dari jauh terlihat air mancur yang yang turun ke bawah dari sela-sela gedung tersebut. Kata Mas Taufan, salah satu pemandu wisata taman wisata ini, "kalau dulu, Ibu Tien ingin membangun sebuah bukit. Dimana dari bukit tersebut akan dibuat semacam curug yang dapat memberi kehidupan kepada alam sekitar. Namun karena biayanya sangat besar, rencana itu dibatalkan, diganti dengan gedung yang sisi-sisinya mengalir air dari atas ke bawah,".


Gedung / tower dengan ketinggian 30 meter ini, menggunakan lift dan tangga untuk sampai ke puncaknya. Dari atas tower ini kita dapat melihat keseluruhan Taman Wisata Mekarsari yang eksotis, yang berbentuk daun lamtorogung

Tower setinggi 30 meter sengaja dibangun untuk melihat keindahan Taman Wisata Mekarsari dari atas. Jangan khawatir bagi yang malas naik tangga, lift setiap saat akan siap sedia untuk membawa kita keatas. Akan semakin lengkap rasanya konsep terpadu taman wisata ini, karena pihak manajemen berencana membangun villa yang berada di tengah kebun buah ini. Tentunya hal ini akan menjadi daya tarik tersendiri, dan menjadikan tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik.

Dampak Positif Bangunan InI Terhadap Lingkungan

· Melestarikan Sumber Daya Alam

Agrowisata pada prinsipnya merupakan kegiatan industri yang mengharapkan kedatangan konsumen secara langsung ditempat wisata yang diselenggarakan. Aset yang penting untuk menarik kunjungan wisatawan adalah keaslian, keunikan, kenyamanan, dan keindahan alam. Oleh sebab itu, faktor kualitas lingkungan menjadi modal penting yang harus disediakan, terutama pada wilayah-wilayah yang dimanfaatkan untuk dijelajahi para wisatawan. Menyadari pentingnya nilai kualitas lingkungan tersebut, masyarakat/petani setempat perlu diajak untuk selalu menjaga keaslian, kenyamanan, dan kelestarian lingkungannya. Karena agrowisata termasuk ke dalam wisata ekologi (eco-tourism), yaitu kegiatan perjalanan wisata dengan tidak merusak atau mencemari alam dengan tujuan untuk mengagumi dan menikmati keindahan alam, hewan atau tumbuhan liar di lingkungan alaminya serta sebagai sarana pendidikan.


· Mengkonversi Teknologi Lokal

Keunikan teknologi lokal yang merupakan hasil seleksi alam merupakan aset atraksi agrowisata yang patut dibanggakan. Bahkan teknologi lokal ini dapat dikemas dan ditawarkan untuk dijual kepada pihak lain. Dengan demikian, teknologi lokal yang merupakan indigenous knowleadge itu dapat dilestarikan.

Teknologi lokal seperti Talun Kebun atau Pekarangan yang telah berkembang di masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan salah satu contoh yang bisa ditawarkan untuk agrowisata. Teknologi lokal ini telah terbukti cukup mampu mengendalikan kesuburan tanah melalui pendauran hara secara vertikal. Selain dapat mengefisienkan pemanfaatan hara, teknologi ini juga dapat memanfaatkan energi matahari dan bahan organik in situ dengan baik sesuai dengan tingkat kebutuhan. Dengan demikian, melalui agrowisata kita dapat memahami teknologi lokal kita sendiri, sehingga ketergantungan pada teknologi asing dapat dikurangi.



· Meningkatkan Pendapatan Petani dan Masyarakat Sekitar

Selain memberikan nilai kenyamanan, keindahan ataupun pengetahuan, atraksi wisata juga dapat mendatangkan pendapatan bagi petani serta masyarakat di sekitarnya. Wisatawan yang berkunjung akan menjadi konsumen produk pertanian yang dihasilkan, sehingga pemasaran hasil menjadi lebih efisien. Selain itu, dengan adanya kesadaran petani akan arti petingnya kelestarian sumber daya, maka kelanggengan produksi menjadi lebih terjaga yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan petani. Bagi masyarakat sekitar, dengan banyaknya kunjungan wisatawan, mereka dapat memperoleh kesempatan berusaha dengan menyediakan jasa dan menjual produk yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.



· Atraksi wisata pertanian juga dapat menarik pihak lain untuk belajar atau magang dalam pelaksanaan kegiatan budi daya ataupun atraksi-atraksi lainnya, sehingga dapat menambah pendapatan petani, sekaligus sebagai wahana alih teknologi kepada pihak lain. Hal seperti ini telah dilakukan oleh petani di Desa Cinagara, Sukabumi dengan "Karya Nyata Training Centre". Pada kegiatan magang ini, seluruh petani dilibatkan secara langsung, baik petani ikan, padi sawah, hortikultura, peternakan, maupun perkebunan

Dampak Negatif Bangunan Ini Terhadap Lingkungan

a.penurunan kualitas lingkungan karena banyaknya aktivitas yang dilakukan di lingkungan tersebut
b. terjadinya kesenjangan ekonomi
c. perubahan sosial budaya yang negatif.
d.adanya penambahan biaya yang besar untuk biaya perawatan dll
e.Terjadi Inflasi Lokal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar