Minggu, 13 Juni 2010

ruang

Pengertian ruang atau space berasal dari bahasa Latin spatium yang berarti ruangan atau luas (extent) dan bahasa Yunani yaitu tempat (topos) atau lokasi (choros) dimana ruang memiliki ekspresi kualitas tiga dimensional. Kata oikos dalam bahasa Yunani yang berarti pejal, massa dan volume, dekat dengan pengertian ruang dalam arsitektur, sama halnya dengan kata oikos yang berarti ruangan (room).
Dalam pemikiran Barat, Aristoteles mengatakan bahwa ruang adalah suatu yang terukur dan terlihat, dibatasi oleh kejelasan fisik, enclosure yang terlihat sehingga dapat dipahami keberadaanya dengan jelas dan mudah.
Ruangan adalah suatu tempat tertutup dengan langit-langit di suatu rumah atau bangunan lain. Suatu ruangan dapat memiliki sejumlah pintu dan jendela yang mengatur cahaya, aliran udara, dan akses ke ruangan tersebut. Ruangan besar sering disebut juga aula. Ruangan memiliki nama spesifik tergantung dari tujuan pembuatan atau penggunaannya. Sebagai contoh, ruangan untuk memasak makanan disebut dengan dapur. Perencanaan struktur, penggunaan, dan dekorasi interior ruangan adalah bagian dari disiplin ilmu arsitektur.

pemahaman ruang arsitektur dalam perspektif subjektivis.
dalam hal ini manusia mengetahui keberadaan ruang yang disebabkan oleh idea.
salah satu tokohnya itu arsitek rudolph m.schnidler berpendapat bahwa ruang dapat
diartikan sebagai jiwa.Ide ruang sepenuhnya bersumber pada kekuatan intelektual dan kekuatan
kreatif.
misal nih..kalo pelukis menuangkan idenya pada sebuah kanvas, sastrawan pada kertas2, pemahat
pada kayu2nya, nah arsitek menyalurkan kreativitasnya pada ruang. ruang dipandang sebagai
bahan baku layaknya kanvas, kertas ataupun kayu.

-pemahaman ruang arsitektur dalam perspektif objektivis.
dalam pemahaman ini menekankan pada pengetahuan inderawi.
memiliki ciri2 fisik seperti harus terukur menempati posisi, mempunyai bentuk, struktur, eksistensi
dalam waktu, ruang dan massa, kelembaban, gerak serta ciri2 lain seperti warna, tektur, solid, dsb..
contonya le corbusier mendefinisikan arsitektur sebagai permainan massa yang tersingkap
cahaya, ia memakai pertimbangan2: menekankan kecondongan bentuk yang paling murni yaitu
kubus, permukaan [surface], penggunaan dnah sebagai generator bentuk.

-ruang dalam perspektif fenomenologi.
dalam pemahaman ini menekankan pada phenomena2 yg terjadi pada manusia.
salah satu tokohnya c.norberg-schulz, dalm bukunya existence,space and architecture
menggolongkan ruang kedalam beberapa golongan, salah satunya ruang eksistensial. disini
dikembangkan ide bahwa ruang dapat dimengerti sebagai perwujudan manusia

Jenis ruang dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Ruang isi (solid); ruang yang ditempati oleh massa


2. Ruang kosong (void); ruang yang dibatasi oleh bidang-bidang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar