Selasa, 05 Januari 2010

bangunan iklim tropis

Tropis merupakan suatu iklim yang ada di negara kita. Seharusnya kita bisa memanfaatkan dengan baik iklim tropis ini. Apalagi negara Indonesia termasuk negara yang beriklim tropis basah yang kaya akan keanekaragaman tumbuh-tumbuhan yang tumbuh subur serta menyejukkan setiap jengkal daerah-daerah yang ada. Akan tetapi, masyarakat Indonesia sendiri masih banyak yang belum memahami sisi positif dari iklim tropis tersebut. Apalagi warga ibukota Jakarta. Seharusnya masyarakat yang tinggal dan menetap di Jakarta lebih mengerti dan bisa memanfaatkan dengan baik iklim tropis ini. Tapi pada kenyatannya sebagian besar warga Jakarta tidak peduli akan iklim yang ada. Akibatnya, sebuah ibukota yang seharusnya bisa menjadikan acuan yang baik untuk daerah-daerah lainnya, menjadi seperti memberikan efek negatif untuk daerah-daerah lainnya. Dalam arsitektur, membuat suatu bangunan yang mencirikan tropis merupakan adalah rancangan tersebut sanggup mengatasi problematik iklim tropis hujan deras, terik radiasi matahari, suhu udara yang relatif tinggi, kelembapan yang tinggi (untuk tropis basah) ataupun kecepatan angin yang relatif rendahsehingga manusia yang semula tidak nyaman berada di alam terbuka, menjadi nyaman ketika berada di dalam bangunan tropis itu. Oleh karena itu, dalam penulisan seminar yang berjudul Kajian Arsitektur Tropis dan Kaitannya Dengan Kenyamanan thermal pada bangunan di Jakarta Bila saja kita bisa lebih memperdalam keadaan tropis yang sesungguhnya maupun memecahkan permasalahan yang ada secara bersama-sama, saya yakin bahwa arsitektur tropis tidak hanya sekedar mempelajari keadaan lokasi setempat, tapi kita sebagai warga Negara bisa menjadikan suatu ciri khas budaya maupun jati diri dari Indonesia.

Rumah untuk Iklim Tropis

Secara geografis, Indonesia beriklim tropis karena terletak di kawasan tropis dan diapit oleh Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Suhu udara antara 20 - 30 derajat Celsius, dengan curah hujan rata-rata 2.000-3.000 milimeter per tahun, turut menyuburkan hutan-hutan yang terserak di seluruh kepulauan. Kondisi tropis alam Indonesia identik dengan hutannya yang hijau. Potensi hutan yang hijau itu mampu menggugah para arsitek rumah tinggal terutama para arsitek yang desainnya mengaplikasikan desain tropis modern

=======================================================

Dengan latar belakang tersebut, perwujudan konstruksi dan eksterior & interior desain rumah tinggal yang mengadaptasi kondisi iklim Indonesia lebih menguntungkan penghuninya. Adaptasi tersebut sangat memungkinkan penghuni berhemat karena mudahnya perawatan.

Adaptasi rumah tinggal bagi arsitek rumah tropis modern yang menyesuaikan dengan kondisi iklim Indonesia yang tropis dan identik dengan ekologi tropisnya, yakni hutan yang subur, diterjemahkan dalam desain tematis arsitektur sebagai rumah tropis, interior desain maupun bagian eksteriornya. Dengan demikian, salah satu ciri rumah tropis modern adalah memiliki banyak tanaman hijau, baik pepohonan ataupun tanaman bertubuh rendah (shrubs), atau dengan kata lain sangat lekat dengan unsur alam dan natural, baik itu interior design maupun eksteriornya.

Unsur modern yang ditambahkan dalam rumah tropis memiliki arti terkini atau terbaru. Trend desain rumah tinggal yang saat ini adalah berkonsep minimalis dimana konsep desain minimalis sangat menguntungkan rumah tinggal yang memiliki keterbatasan lahan. Kendati demikian, keterbatasan lahan bukanlah arti keseluruhan dari konsep desain minimalis. Praktis, simpel, dan efisien adalah karakter dari desain minimalis. Anda bisa memanfaatkan jasa arsitek rumah untuk melakukan hal seperti ini.

Jika berbicara mengenai konsep rumah tinggal tropisn saja, kita akan berbicara masalah keseimbangan, misalnya bagian desain interior & eksteriornya. Seperti daerah tropis, matahari yang terik dan curah hujan yang tinggi diseimbangkan dengan banyaknya tanaman yang diyakini bisa memberikan perlindungan terhadap habitat di bawahnya. Ditambah pemanfaatan bukaan yang lebar pada sisi-sisi rumah untuk penghawaan silang (sirkulasi udara) dan memasukan sinar matahari sebanyak mungkin agar ruangan menjadi terang oleh pencahayaan alami.

Desain dari arsitek rumah tinggal tropis harus memperhatikan pemakaian overhang atau teritisan pada konstruksi atap agar menjadi pertimbangan tersendiri untuk mengatasi curah hujan yang tinggi pada iklim tropis. Desain atap dengan kemiringan lebih dari 30o akan membantu untuk mengalirkan curah hujan yang tinggi sehingga bangunan terhindar dari bahaya akan bocor.

Jadi, konsep keseimbangan arsitektur rumah tinggal tropis sebenarnya kental dengan nuansa natural dan menyatu dengan alam. Ekologi alam tropis itu diwujudkan dalam konsep lingkungan binaan dengan desain rumah yang memberikan banyak ruang terbuka dan banyak tanaman hijau, yang diletakkan di luar atau di dalam ruangan.

Memaknai Rumah Modern Tropis

Memilih rumah tinggal yang akan dihuni dalam jangka lama mau tidak mau pertama kali yang dilihat adalah penampilan arsitektur bangunannya. Tren arsitektur bangunan yang datang silih berganti sangat memengaruhi selera pasar, baik dari pengembang maupun konsumen properti.

Ada beberapa gaya arsitektur yang tengah diminati di pasaran rumah hunian. Setelah bangunan bergaya minimalis yang terkesan futuristik merajai bangunan properti, kini rumah modern tropis tengah menjadi pilihan yang paling digemari konsumen.

Pada dasarnya, rumah harus selaras dengan karakter penghuni, kondisi iklim tropis, sosial budaya, dan lingkungan sekitar. Totalitas gaya arsitektur yang dipilih sebaiknya diterapkan di seluruh bagian bangunan, mulai dari fasade bangunan, desain ruang dalam, penyelesaian atap, plafon, dinding, dan lantai, pemilihan furnitur, material bangunan, dan penataan taman. Pembagian ruang secara optimal, penyelesaian pekerjaan bangunan dan ruang dalam yang baik, dan kemudahan pemeliharaan perlu dipertimbangkan.

Desain arsitektur rumah modern tropis mampu menampilkan kecantikan dalam (inner beauty) dari bangunan, ruang dibuat sesuai kebutuhan, tata ruang mengalir lancar, penataan ruang dalam dan perabotan sederhana dan fungsional, serta mudah perawatan dan pemeliharaan kebersihan.

Arsitektur tropis

Rumah berarsitektur modern tropis secara cerdas memadukan arsitektur tradisional yang beradaptasi dengan iklim tropis dan dikembangkan sesuai kebutuhan kehidupan masyarakat modern. Arsitektur modern tropis memiliki nilai estetika khas bangunan tropis yang modern (ramah lingkungan tropis, sesuai kekinian), model bangunan memiliki keabadian, baik dari segi desain dan seni, serta benar dari segi fungsi, kebutuhan, iklim, dan lingkungan sekitar.

Rumah modern tropis dirancang hemat energi, pembatasan lahan terbangun, denah ruang sederhana, ruang mengalir, kualitas bangunan bermutu tinggi, efisiensi bahan, dan material ramah lingkungan (tidak beracun, tidak merusak alam). Bentuk desain lugas, polos, sederhana, tidak rumit, kompak, sirkulasi ruang, lubang cahaya, dan udara mengalir, efisiensi (optimalisasi fungsi) ruang dan berurut.

Rumah nyaman dihuni dan hemat energi karena dirancang dengan mempertimbangkan dan memanfaatkan secara optimal sumber cahaya alami dan udara segar ke dalam rumah. Pintu dan jendela kaca yang lebar dibuat bertujuan menyatukan ruang luar ke ruang dalam atau sebaliknya, baik secara visual atau untuk perluasan ruang guna menampung berbagai kegiatan.

Pintu jendela, lubang angin di sekeliling bangunan, dan lubang cahaya di beberapa pojok atap plafon yang cukup tinggi membuat ruang terang dan sejuk sepanjang hari. Pembuatan ruang terbuka di sudut-sudut ruang bertujuan menjaga kelancaran suplai cahaya alami dan kesegaran udara ke dalam bangunan.

Untuk menyiasati iklim tropis yang panas dan lembab, teritisan dibuat lebar untuk memberikan keteduhan ruang teras untuk berbagai kegiatan, melindungi ketahanan tampilan bangunan, dan menyelesaikan masalah tampias air hujan (dinding bersih dari cipratan air lumpur).

Taman kering berupa tanaman pot dan permukaan koral linier memanjang yang memudahkan resapan air dan meniadakan talang air yang sering kali tersumbat atau bocor. Saat hujan, dinding dan lantai tidak becek dan licin.

Kelebihan rumah modern tropis yang akomodatif terhadap iklim tropis membuat rumah terasa lebih hidup dan hangat dalam perpaduan harmonis material modern (beton, baja, kaca, fiberglass) dan material alami (kayu, batu kali, batu bata, terakota). Penyelesaian dinding dan lantai plester semen, beton ekspos, pintu dan jendela ekspos kayu polos atau tanpa kusen, hemat biaya konstruksi, tetapi tetap mampu menampilkan keindahan rumah.

Menjaga keseimbangan

Gerakan kembali ke alam mendorong bangunan lebih terbuka terhadap ruang luar. Kelenturan ruang dalam, teras, dan taman sebagai kesatuan perluasan ruang.

Membagi ruang terbangun dan ruang hijau secara berimbang. Keterbukaan dan hubungan antarruang yang cair membuat sirkulasi ruang terasa mengalir dari depan ke belakang hingga lantai atas. Ruang bersama disediakan sebagai tempat bercampurnya berbagai kegiatan multifungsi, seperti ruang tamu dan ruang keluarga, ruang keluarga, ruang makan dan dapur, ruang keluarga dan ruang belajar bersama.

Kegiatan yang berlangsung di dalam ruang dapat ditarik ke teras terus selanjutnya ke taman, seperti fungsi dapur dan ruang makan ditarik keluar ke taman saat berlangsung pesta kebun. Atau sebaliknya, ruang luar berupa keindahan taman, keteduhan pohon, hamparan rumput dan koral menyatu secara visual yang dapat dinikmati dari dari dalam ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, atau kamar tidur.

Pemakaian material bangunan dipilih bahan efisien mudah dikerjakan, praktis pemasangan, ringan tetapi kokoh, dan berteknologi tinggi. Beton ekspos polos atau bertekstur pada dinding rumah, jendela kaca lebar sedikit atau bahkan tanpa sambungan. Rangka bangunan dari beton hingga baja. Atap dari genteng tanah liat, sirap, hingga pelat baja. Tangga kayu, tangga melayang dari pelat dan tali baja, beton ringan, hingga tangga lipat.

Bahan kayu polos tanpa ornamen, hanya dipelitur atau dicat, untuk kusen dan daun pintu dan jendela. Kusen dari aluminium yang lebih awet (antikarat, antirayap) juga sudah banyak dilirik. Pagar besi, tembok bertekstur hingga pagar tanaman yang memperlembut kekakuan bangunan.

Pengolahan material lokal (batu kali, batu bata, teraso, koral, kayu, kelapa, bambu, rotan, eceng gondok, pelepah pisang) dengan kreatif dan tepat guna membuat bangunan berumur panjang, hemat pemeliharaan, dan memberi nilai tambah eksotis bangunan secara keseluruhan. Jalinan kemajuan teknologi industri (presisi, dingin) dan budaya perajin (alamiah, hangat) membuat kesan rumah semakin hangat dan memberikan karakter bangunan yang kuat dan ramah lingkungan.

Perabotan dari bahan selain kayu, seperti kelapa, bambu, rotan, eceng gondok, dan pelepah pisang, dibalut kain bermotif tradisional memperkuat atmosfer tropis dalam rumah.

Taman tropis

Konsep kedekatan dengan alam membuat rumah modern tropis tidak sempurna tanpa kehadiran taman yang mampu menambah nilai lebih bangunan dan lingkungan. Nilai ekologis sangat kental. Taman dibuat sederhana, praktis, dan mudah pemeliharaan, tetapi memiliki fungsi ekologis besar (prinsip modern tropis).

Taman dengan sedikit jenis tanaman (rumput atau tanaman pengalas lain, 1-3 pohon, bambu pembatas) memberi efek hijau yang kuat, hamparan koral dan 2-3 sumur resapan air (memperbesar daya resap air tanah), serta mudah pemeliharaan. Kehadiran pohon berfungsi menyaring sinar matahari yang masuk berlebihan (meredam panas dalam bangunan, mengawetkan cat dinding), menciptakan keteduhan, dan menghasilkan efek bayangan pada dinding dan lantai.

Aplikasi dinding rumah yang dilengkapi kerangka kawat ditumbuhi tanaman merambat yang berfungsi untuk meredam kebisingan, menyerap debu dan gas polutan, menahan radiasi sinar matahari, dan menyejukkan suhu ruang dalam bangunan. Keterbatasan lahan dan konsekuensi atas lahan terbangun mendorong pembangunan atap-atap rumput untuk menambah luasan ruang hijau kota.

Tren desain arsitektur rumah memang akan selalu berubah seiring perkembangan budaya masyarakat yang dinamis. Namun, tema desain rumah yang mengakrabi alam, seperti rumah modern tropis, tampaknya akan tetap dicari sebagai obat kerinduan kita pada alam.
Konstruksi Arsitektur Tropis
• Ruang dilalui angin setinggi badan
• Ruang para-para harus diberi angin
• Lantai dapat diangkat, dijadikan lubang ventilasi (dapat dilalui angin)
• Atap mempunyai daya serap panas yang rendah agar dapat menahan panas.

Tiga wujud arsitektur tropis:
1. Arsitektur Teknologis
Semua pengkondisian interior dilakukan secara mekanis. Hanya tampak luarnya saja yang mencerminkan arsitektur tropis.
2. Arsitektur Tropis Geografis
Menggunakan prinsip-prinsip arsitektur tropis secara menyeluruh, selubung bangunan, maupun di dalamnya.
3. Arsitektur Kultural
Karena budaya yang turun temurun.

Pada daerah khatulistiwa, perbedaan temperatur iklim tropis basah tidak ekstrim. Untuk daerah tropis basah, dinding perlu memiliki lubang agar udara dapat mengalir dan mengurangi kelembaban udara dalam ruang, sehingga mempermudah penguapan. Pada prinsipnya, udara dapat mengalir di dalam ruangan, setinggi ruang, minimal setinggi badan. Temperatur di dalam dan di luar ruangan sama.

Perbandingan Respon Bangunan Tradisional dan Modern terhadap Iklim


Untuk melihat bagaimana respon bangunan tradisional terhadap iklim kita mengambil contoh rumah tradisional Malaysia. Rumah tradisional Malaysia menggunakan konstruksi kayu yang ringan dan material alam lainnya yang kapasitas panasnya rendah. Atap rumah adalah insulator thermal yang sempurna, kaca jarang digunakan Bata, baton, keramik dan material lainnya yang kapasitas panasnya tinggi akan meradiasikan panas kedalam rumah yang mengakibatkan ketidaknyamanan.


Perbandingan antara rumah tradisional dengan rumah modern dapat kita lihat dari segi penggunaan bentuk bangunan, material bahan bangunan, penataan denah dan bangunan dan vegetasi.


1. Building Materials
Dengan konstruksi yang ringan kapasitas termal cukup memberikan sedikit kehangatan dan mengurangi dingin pada malam hari.
Ruang atap pada rumah tradisional Malaysia adalah sarana ventilasi pada struktur atap.
Ruang atap pada rumah modern adalah penahan aliran udara dan memerlukan ventilasi lain.

2. Lay Out
Rumah di tata secara acak. Kondisi ini memungkinkan adanya sirkulasi udara yang tidak akan terbagi secara kuat.
Tertata berjajar, membentuk blok-blok, menciptakan aliran udara yang deras dan tidak merata.
Bukaan dibuat langsung memudahkan aliran udara dan merupakan ventilasi silang yang bagus.
Rumah modern merupakan ruang-ruang yang rumit dan memiliki sekat-sekat antar ruang sehingga menahan aliran udara dan menghambat ventilasi silang pada rumah.

3. Vegetasi
Menggunakan pohon kelapa dan pohon tinggi
lain memiliki naungan yang baik dan tidak menghambat gerakan angin pada ketinggian rumah.
Menghalangi gerakan angin pada ketinggian rumah setelah membagi kekuatannya.


4. Overhangs and Exposed Vertical Areas
Penghalang lebih besar dan bukaan vertikal kecil
Sinar matahari dapat menembus secara langsung

5. Glare (Silau)
Silau terkendali oleh tutup atap yang besar
Silau dari pantulan area yang keras dan dinding luar rumah lain juga karena kenyamanan yang kurang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar