Kearifan Lokal dalam Menjaga Sumber Daya Alam Hayati dan Sumber Daya Alam Non-Hayati
Oleh: Albertus Guntur (24309065)
Laut sudah semakin asam , berbeda dengan laut ratusan ribu tahun yang lalu. Air laut yang asam dapat menyebabkan berkurangnya daya serap laut terhadap karbondioksida(CO2). Berkurangnya daya serap laut terhadap karbondioksida mengakibatkan terganggunya kehidupan laut. Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia juga turut andil dalam masalah asamnya air laut ini. Manusia telah mengubah komposisi lautan dan akibat dari tindakan itu adalah merosotnya keadaan kehidupan laut. Jika menyangkut tentang kehidupan laut berarti menyangkut pada kehidupan orang banyak. Kita tahu bahwa kehidupan laut diperlukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya seperti makanan. Makanan laut seperti ikan, udang, dan kepiting merupakan sumber protein bagi tubuh meskipun makanan yang berasal dari daratan seperti tempe dan tahu juga merupakan sumber protein tetapi bahan ini tidak mempunyai kandungan yang sama dengan bahan makanan laut. Hal-hal tersebut menjelaskan tentang pentingnya kehidupan laut bagi orang banyak. Dengan meningkatnya tingkat keasaman air laut ini memaksa organisme untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Tapi kita tidak tahu apakah organisme tersebut dapat beradaptasi atau tidak dengan air laut yang bertambah asam. Hal ini memacu kita untuk berfikir tentang apa yang terjadi di tahun-tahun medatang apabila organisme-organisme laut itu tidak dapat beradaptasi dengan air laut yang telah meningkat keasamannya.
Air laut yang semakin asam ini dapat menggangu bahkan merubah komposisi dari organisme-organisme yang hidup di dalamnya. Seperti yang kita tahu bahwa hasil laut seperti ikan, kepiting, dan tangkapan laut yang lain merupakan sumber daya alam hayati yaitu sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup (biotik). Sumber daya alam ini sangat tergantung pada lingkungan tempatnya. Lingkungan air laut yang semakin asam memaksa organisme-organisme laut ini untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Dampak yang mendasar dari situasi ini adalah menurunnya kualitas sumber daya alam tersebut atau yang lebih parah adalah musnahnya sebagian dari sumber daya alam hayati tersebut. Di masa lalu laut merupakan penyerap karbon yaitu menyerap karbon dari atmosfer tetapi yang kita alami sekarang adalah laut menjadi penghasil karbon murni ini diakibatkan oleh kegiatan industri yang berlebihan yang menghasilkan banyak gas karbon. Banyaknya gas karbon ini terserap oleh air laut dan bereaksi menghasilkan zat asam.
Selain sumber daya alam hayati terdapat juga sumber daya alam non-hayati di dalam laut. Sumber daya alam ini sangat berpengaruh pada sumber daya alam hayati meskipun sumber daya alam ini tidak terlalu terpengaruh terhadap meningkatnya keasaman air laut. Sumber daya alam ini merupakan sumber daya alam yang berasal dari benda tak hidup (abiotik).
Konservasi terhadap sumber daya alam yang selama ini dilakukan jika kita melihat hasil yang terjadi terhadap lingkungan adalah belum maksimal. Masih kurangnya kurangnya tenaga-tenaga ahli di Indonesia dapat dikatakan sebagai masalah utama mengapa pengambilan sumber daya alam selalu mengakibatkan kerusakan pada lingkungan. Perhatian terhadap lingkungan kurang diperhatikan karena mereka (yang mengexploitasi sumber daya alam) hanya memikirkan keuntungan ekonomi bagi mereka saja. Padahal jika kita merenungkan lebih dalam masalah lingkungan ini dapat mengakibatkan kerugian banyak orang. Sesungguhnya orang-orang terdahulu merupakan contoh yang baik dalam menjaga lingkungan agar tetap layak huni bagi kemanusiaan. Mereka telah membuat aturan-aturan yang tidak tertulis tetapi tidak sangat dihormati dan dipatuhi. Pada zaman sekarang orang-orang lebih memikir pada hal-hal yang rasional, mengabaika aturan-aturan lama yang mereka anggap hanya sebuah kebohongan belaka tanpa ada bukti ilmiah. Sebagai contoh bahwa dengan menebang hutan dapat mengakibatkan berkurangnya air hujan dan air sumur. Jika dilihat sekilas kata-kata ini hanyalah isapan jempol belaka, tidak mungkin ada pohon dapat mengatur hujan. Tapi jika memperhatikan hubungannya hal itu mungkin saja untuk terjadi, dengan adanya pohon apabila hujan turun maka air tersebut akan terserap masuk ke dalam tanah dan tersimpan di dalam tanah sebagai cadangan air dan sumur pun tidak akan kehabisan airnya. Aturan-aturan tersebut telah dibuat tidak tanpa memikirkan apa manfaatnya. Orang-orang terdahulu sangat peduli dengan lingkunganya oleh sebab itu mereka membuat aturan-aturan tersebut. Seharusnya kita lebih berfikir kritis dengan aturan-aturan yang dibuat orang-orang terdahulu, memikirkan apa konsekuensi yang didapatkan apabila kita mematuhi atau melanggar aturan tersebut. Sebenarnya jika kita mengikuti aturan tersebut maka lingkungan tempat tinggal kita akan menjadi tempat yang layak untuk dihuni, eksploitasi sumber daya alam juga akan lebih banyak mendatangkan manfaat. Kerusakan alam yang disebabkan oleh exploitasi sumber daya alam juga akan berkurang. Kearifan alam yang disebutkan disini yaitu sikap bijaksana dalam mengeksploitasi dan mengolah sumber daya alam agar bermanfaat secara maksimal dan bila ada dampak buruknya dapat diminimalisasi.
Dari pernyataan-pernyataan di atas saya akan menawarkan beberapa solusi terhadapa masalah di atas yaitu dengan melakukan konservasi sumber daya alam yaitu pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambunagan persediaannya dendan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Mengkaji secara ilmiah tentang perturan-peraturan tidak tertulis yang terdapat dalam masyarakat.dengan mengkaji secara ilmiah maka keraguan atas peraturan tersebut akan terkikis dan peraturan tersebut akan mudah di terima akal sehat.
Pra-makalah Albertus Guntur
Data
1. Daya dukung lingkungan adalah ukuran kemampuan suatu lingkungan mendukung sejumlah populasi jenis tertentu untuk dapat hidup dalam lingkungan tersebut.
2. Managemen lingkungan hidup merupakan suatu proses yang menekankan upaya peningkatan efisiensi perusahaan dengan meminimalisasi keluaran limbah melalui proses produksi atau teknologi bersih lingkungan.
3. Keanekaragaman hayati diartikan sebagai keragaman berbagai makhluk hidup di bumi, termasuk manusia
4. Peran manusia dalam keanekaragaman hayati adalah dengan mengelola dengan sebaik-baiknya sumber daya alam yang tersedia
5. Sumber daya alam hayati adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup (biotik)
Sumber daya alam non-hayati adalah sumber daya alam yang berasal dari benda tak hidup (abiotik)
6. Kearifan lokal adalah mitos-mitos, kepercayaan di dalam suatu daerah
7. Peran SDA dan geopolitik
8. Geostrategi terkait dengan laut dan hasil laut
9. Peraturan perundang-undangan terkait dengan keanekaragaman hayati dan SDA terutama laut UU No.5 tahun 1990 tentang konservasi SDA hayati dan ekosistemnya.
10. Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan jangka panjang yang tidak merusak lingkungan.
Analisis dan Argumentasi
1. Daya dukung lingkungan terhadap kehidupan laut
2. Peran managemen lingkungan hidup dalam menjaga ekosistem laut
3. Dampak dari meningkatnya keasaman air laut terhadap keanekaragaman hayati
4. Keikutsertaan manusia dalam menanggulangi pencemaran air laut
5. Penggolongan terhadap SDA hayati dan non-hayati di dalam ekosistem laut
6. Peran kearifan lokal dalam mengurangi kerusakan lingkungan
7. Peran SDA dalam meningkatkan perekonomian dan perlindungan gopolitik atas SDA Indonesia
8. Pemanfaatan laut dan hasil laut di wilayah Indonesia dengan bertanggung jawab
9. Hubungan antara UU No.5 tahun 1990 dengan SDA hayati wilayah laut
10. Merencanakan sebuah pembangunan yang memperhatikan lingkungan laut
Solusi
1. Meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya menjaga lingkungan terutama lingkungan laut
2. Melalui IPTEK mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan
3. Berfikir kritis tentang makna yang terkandung dalam kearifan lokal
4. Melakukan konservasi terhadap SDA
Sabtu, 07 Mei 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar