Jumat, 12 Maret 2010

sir

SIRKULASI PENGHUBUNG RUANG
Ketika akan membangun rumah, semua orang tentunya mengharapkan jika rumah yang dibangun tersebut nantinya bisa memenuhi dan disebut sebagai rumah yang indah, sehat dan nyaman. Untuk aspek keindahan tentunya bersifat relatif, karena pandangan seseorang biasanya tidak sama jika menyangkut soal keindahan bangunan. Tapi jika menyangkut aspek kesehatan, biasanya standarnya adalah seragam. Dalam hal ini, kita mungkin akan sepakat bila rumah yang sehat itu memenuhi beberapa kriteria, diantaranya: sirkulasi udara yang baik, ruangan yang mendapat cukup cahaya alami dari matahari, tata letak ruangan yang memudahkan pergerakan penghuni untuk beraktifitas, tersedianya lahan terbuka untuk menanam tanaman, dsb.

Sistem yang paling baik digunakan untuk merancang sistem sirkulasi udara (penghawaan) yang alami adalah dengan sistem ventilasi silang (cross ventilation), pada sistem ventilasi silang sirkulasi udara diatur sedemikian rupa agar bisa mengalir dari satu titik ventilasi udara menuju titik ventilasi udara lain, dan begitu sebaliknya. Dengan adanya perbedaan tekanan didalam dan diluar bangunan, maka aliran udara tidak akan ‘terjebak’ di dalam rumah, yang menyebabkan rumah terasa pengap dan panas. Cara yang lain juga bisa dilakukan dengan membuat taman yang disertai void di dalam rumah, taman dan void didalam rumah akan membantu proses sirkulasi udara ditengah-tengah ruangan didalam rumah yang berjarak lumayan jauh dari bidang dinding.

Sirkulasi penghubung ruang ialah “Pergerakkan / ruang lingkup gerak suatu ruang yang saling berhubungan baik dengan fungsi, bentuk dan lain – lain.Sirkulasi penghubung ruang dibagi menjadi 3, yaitu :

1) Melewati Ruang

Ialah suatu pergerakkan / ruang lingkup gerak yang berfungsi sebagai penghubung ruang satu dengan lainnya. Pada sirkulasi ini, integritas ruang dipertahankan, konfigurasi jalan yang luas dan memiliki ruang perantara.
contohnya :Mempunyai beberapa ciri :

- Mempertahankan integritas ruang ( keutuhan ruang, tanpa mengganggu ruang lainnya )

- Menunjukan ruang yang bebas ( jalan, lorong dsb. )

- Menghubungkan ruang satu dengan lainnya

Contoh :






Menembus Ruang

Ialah suatu pergerakkan / ruang lingkup gerak yang berfungsi sebagai penghubung ruang satu dengan lainnya melalui / menembus ruang yang lain.
Sirkulasi ini membentuk wilayah-wilayah tertentu untuk aktifitas dan gerak dalam ruang tersebut.Mempunyai beberapa ciri :

- Sirkulasi biasa menerus melewati dalam ruang

- Bila memotong sebuah ruang dapat membuat wilayah – wilayah tertentu untuk menjadi tempat aktifitas / ruang pergerakkan.

Contoh :








3) Berakhir Dalam ruang

Ialah suatu pergerakkan / ruang lingkup gerak yang berfungsi sebagai pemfokus akses penghubung ruang yang dianggap penting ( mempunyai keunggulan dibandingkan yang ruang yang lain ) dan berakhir pada satu ruang.pada sirkulasi ini lokasi ruang sangat berperan dan hubungannya digunakan untuk memasuki ruang secara fungsional sehingga ruangan terkesan penting.
contoh :
Mempunyai beberapa ciri :

- Berkesan fungsional, formal

- Biasanya mempunyai satu akses jalan

Contoh :






Pola Sirkulasi Pada Ruang
sirkulasi adalah elemen yang sangat kuat dalam membentuk struktur lingkungan.
3 prinsip utama dalam pengaturan teknik sirkulasi :

1. Jalan harus menjadi elemen ruang terbuka yang memiliki dampak visual yang positif.
2. Jalan harus dapat memberikan orientasi kepada pengemudi dan membuat lingkungan menjadi jelas terbaca.
3. Sektor publik harus terpadu dan saling bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar