Rabu, 24 Februari 2010

Bidang Vertikal

terbentuknya ruang dalam unsur vertikal


Semua bentuk gambar berawal dari satu titik yang membuat suatu gerakan titik itu bergerak dan terbentuklah suatu garis dikenal sebagai dimensi-pertama. Bila garis itu bergerak membentuk sebuah bidang, maka kita dapat menentukan sebuah unsure dua-dimensi. Selama perkembangannya dari bidang menjadi runag, pertemuan bidang-bidang tadi melahirkan suatu badan (tiga-dimensi) Sebuah ringkasan mengenai energi kinetic yang menggerakkan sebuah titik menjadi garis, garis menjadi bidang dan bidang menjadi dimensi ruang.

Paul Klee
The Thinking Eye: The Notebooks of Paul Klee 1961 sebagai penyebab utama timbulnya suatu bentuk:

Titik :
Menunjukkan posisi di dalam ruang,
Sebuah titik yang diperpanjang akan menjadi sebuah garis yang memiliki:
• Panjang
• Arah
• Posisi

Sebuah garis yang diperluas akan menjadi sebuah Bidang yang memiliki:
• Panjang dan lebar
• Wujud
• Permukaan
• Orientasi
• Posisi

Sebuah bidang yang dikembangkan akan menjadi sebuah Ruang yang memiliki:
• Panjang, lebar dan tinggi
• Bentuk dan ruang
• Permukaan
• Oriantasi
• Posisi

1.1. Titik
Sebuah titik menandai sebuah posisi dalam ruang. Secara konseptual, titik tidak memiliki ukuran panjang, lebar, maupun tinggi,dan karenanya bersifat statis, terpusat dan tidak memiliki arah.

Sebagai unsure utama di dalam perbendaharaan bentuk, maka sebuah titik dapat digunakan untuk menandai:
1. kedua ujung sebuah garis
2. persilangan antara dua garis
3. pertemuan garis-garis di ujung sebuah bidang atau ruang
4. titik pusat sebuah daerah

sebuah titik tidak memiliki dimensi. Untuk memperlihatkan keberadaan sebuah titik dalam suatu ruang atau di atas permukaan tanah, maka titik itu harus diproyeksikan secara vertical menjadi suatu bentuk linier, seperti sebuah kolom, tugu atau menara, setiap elemen kolumnar dalam gambar denah akan terlihat sebgai sebuah titik dan oleh karena itu tetap mengandung ciri visual sebuah titik.

1.2. Dua titik
Dua buah titik yang diletakkan dalam ruang yang dibentuk oleh unsure-unsur kolom atau bentuk-bentuk terpusat dapat menunjukkan adanya sebuah sumbu, suatu metoda penataan yang digunakan sepanjang sejarah untuk menorganisir bentuk-bentuk bangunan dan ruang-ruang kosong. Dalam denah,dua buah titik juga dapat menujukkan gerbang antara satu tempat ke tempat lain. Jika kedua titik tersebut diperpanjang secara vertical dapat membentuk sebuah bidang untuk tempat masuk atau jalan masuk yang tegak lurus dengan titik tersebut.

Garis
Garis adalah unsure penting dalam pembentukan setiap konstruksi visual, garis dapat:
a. menggabungkan, menghubungkan mendukung mengelilingi, atau memotong elemen visual lainnya.
b. Menggambarkan adanya sisi-sisi dan memberikan adannya sisi-sisi dan memberikan wujud pada bidang-bidang
c. Menegaskan sifat-sifat permukaan bidang-bidang

Garis miring merupakan deviasi dari garis tegak atau horizontal. Garis tipe ini dapat terlihat sebagai garis vertical yang roboh atau garis horizontal yang sedikit bangun.

Unsur Vertikal Linier
Unsure-unsur vertical linier, seperti kolom, tugu dan menara, telah dipergunakan sepanjang sejarah untuk memperingati peristiwa-peristiwa penting dan menciptakan titik-titik tertentu di dalam ruang. Unsure-unsur linier vertical jugadapt membentuk volume transparan ruang. Dalam contoh ilustrasi keempat menara minaret membentuk bidang ruang di mana kubah Hagia Sophia berdiri dengan megahnya.

Bagian-bagian linier yang memiliki dasar kekuatan bahan dapat membentuk fungsi structural. Unsure-unsur linier dapat:
1. menunjukkan pergerakan melintasi ruang
2. memberikan tumpuan pada suatu bidang
3. membentuk rangka struktur tiga-dimensi untuk ruang arsitektur
sebagai contoh:

Bangunan-bangunan juga dapat berbentuk garis, terutama bila di dalamnya terdiri dari pengulangan ruang-ruang yang diatur sepanjang alur sirkulasi, terlihat bentuk-bentuk bangunan linier memiliki kemampuan untuk melingkupi ruang-ruang eksterior dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan suatu tapak. Dalam skala yang lebih kecil, garis-garis menegaskan sisi-sisi dan permukaan-permukaan bidang dan volume. Garis-garis tersebut dapat ditunjukkan oleh pertemuan di dalam atau antar bagian-bagian bangunan, olah rangka jendela atau pintu atau pada suatu struktur grid kolom dan balok. Sejauh mana unsure-unsur linier tersebut mempengaruhi tekstur pemukaan akan sangat tergantung pada bobot visual, jarak dan arahnya..

Satu Bidang Vertikal

Sebuah garis yang diteruskan kea rah yang berbeda dengan arah asalnya akan menjadi sebuah bidang. Pada dasarnya, sebuah bidang memiliki panjang dan lebar, tetapi tidak memiliki tinggi. Wujud adalah karakter utama yang dimiliki oleh sebuah bidang. Wujud ditentukan oleh kontur garis yang membentuk sisi-sisi sebuah bidang. Karena persepsi kita tentang wujud dapat dikaburkan oleh pandangan perspektif, maka wujud sebernarnya dari sebuah bidang hanya dapat dilihat jika kita memandannya dari arah depan saja. Ciri-ciri pendukung lain yang dimiliki sebuah bidang yaitu warna permukaannya, pola dan tekstur mempengaruhi bobot dan stabilitas secara visualnya. Dalam komposisi suatu konstruksi visual, suatu bidang berfungsi untuk membentuk batas-batas sebuath volume. Bila arsitektur sebagai seni visual menguraikan secara spesifik tentang formasi volume massa dan ruang 3-dimensi, maka bidang seharusnya diandang sebagai unsure kunci dalam perbendaharaan perancangan arsitektur. Bidang-bidang di dalam arsitektur membentuk volume massa dan ruang 3-dimensi. Sifat-sifat suatu bidang yang berukuran, wujud, warna dan tekstur dan juga hubungan antara satu dan lainnya akan menentukan cirri-ciri visual dari wujud yang dihasilkan serta mutu ruang yang terbentuk di dalamnya.

cth



Dalam perancangan arsitektur terdapat tiga jenis bidang yang sering dipergunakan:
Bidang atas:
Bidang atas dapat berupa bidang atap yang melindungi ruang-ruang interior bangunan terhadap unsure-unsur iklim, atau bidang langit-langit yang menjadi penutup atas suatu ruang.

Bidang Dinding:
Bidang dinding, yang memiliki orientasi vertical, sangat menentukan dalam pembentukan dan membatasi ruang arsitektural.

Bidang Dasar:
Bidang dasar dapat berupa bidang permukaan tanah yang berfungsi sebagai dasar pondasi dan dasar visual untuk bentuk bangunan, atau bidang lantai yang membentuk permukaan tutupan bawah suatu ruang dan menjadi dasar untuk kita berpijak.


Bidang Berbentuk L

Sederet kolom yang menopang bidang datar di atasnya colonade sering dipergunakan untuk membentuk tampak depan atau fasad bangunan, khususnya bangunan yang menghadap ke tempat umum utama. Fasad dengan deretan kolom-kolom tadi dapat ditembus dengan mudah sebagai tempat masuk, memberikan suatu perlindungan yang terbentuk dari unsure-unsurny, serta membentuk pemandangan semi transparan yang menyatukan bentuk-bentuk bangunan individu di belakangnya.

Batang-batang lurus pada trails dan pragola dapat memberikan bentuk dan tutupan yang cukup untuk ruang-ruang luar dengan tetap dapat tembus oleh cahaya matahari dan angin. Unsur-unsur vertical dan horizontal secara bersama-sama dapat membentuk volume ruagn seperti contoh teras luar atau solarium. Perlu diketahui bahwa bentuk suatu volume ditentukan semata-mata oleh konfigurasi unsure-unsur linier.
cth gmbr







Bidang-bidang Sejajar
Area hunian dimulai dari batas pagar dan gerbang utama bangunan yang luasnya hanya sekitar 6 m. Setelah sampai di area pelataran beralas grassblock dan rerumputan hijau, tampaklah bidang ‘muka’ utama bangunan terdepan berupa sebidang dinding berlapis batu eksotis red agra dari India, dengan segaris sobekan dinding sebagai aksen, dan sebuah kolam ikan mungil di sisi bawahnya.

Di baliknya terdapat kamar-kamar dan area untuk servis. Selain itu, di pengujung dinding red agra tersebut terdapat pintu utama menuju ruangan tamu, dan atap carport yang membatasi area servis dan area parkir yang bersifat publik, dengan area utama hunian yang lebih privat.

Area utama hunian terdiri dari sebuah living room sebagai pusat hunian, yang didesain menyatu dengan ruangan makan dan pantri dalam sebuah layout ruangan kotak memanjang yang kompak.

Di kedua sisinya terdapat dua lapis dinding yang dapat dibuka tutup secara fleksibel. Lapisan pertama berupa dinding panel kayu masif, yang juga berfungsi sebagai daun pintu raksasa yang dapat dibuka seluruhnya. Lapisan kedua adalah bingkai jendela-jendela kaca yang juga dapat digeser dan ‘disimpan’ rapi. Dengan sistem ini, hubungan antara ruang dalam dan kolam dekoratif mungil di sisi kiri dan ruang luar di sisi kanannya yang terdiri dari dek kayu, kolam renang, dan lanskap hijau, dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

contoh gambar :



Sumber: Majalah ASRI

Bidang berbentuk U

Bagi mereka yang menyukai segala sesuatu yang bersifat ringkas dan praktis, dapur berkonsep bar bisa dicoba. Dapur seperti ini identik dengan kesan ringkas. Mengolah, memasak, dan menyajikan makanan dilakukan dalam satu area.Keberadaan meja bar adalah ciri khas dapur ini. Konsep bar biasanya diaplikasikan pada dapur berbentuk “U”. Namun, dapur berbentuk “L” pun bisa dipadukan dengan meja bar. Cukup letakkan meja bar pada salah satu sisi dapur.Konsep demikian bisa menjadi solusi menggabungkan dapur dan ruang makan. Meja bar, bisa dimanfaatkan sebagai tempat menyajikan sekaligus menyantap makanan. Tidak perlu membawa dan menata hidangan pada ruangan terpisah. Selain menghemat lahan, juga menghemat waktu penyajian.Untuk Anda yang sudah memiliki ruang makan, tak ada salahnya juga jika ingin memiliki dapur dengan konsep bar. Meja bar bisa dimanfaatkan sebagai meja sarapan (breakfast table), atau meja tambahan untuk menjamu tamu yang kebetulan datang. Agar fungsinya maksimal, lengkapi meja bar dengan kursi bar atau bar stool. Desain dan warnanya sekaligus dapat menjadi askesori menarik.

contoh gambar :








Sumber :

www.fukesi.com
www.wikipedia.com
www.siriusjack.multyiply.com
www.deepsign.wordpress.com
E-book, E-learning Gunadarma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar